Kenapa sih Kalian Kebelet Menikah Terus - Wilingga
Close

Kenapa sih Kalian Kebelet Menikah Terus

Oleh Wilingga

“Jangan paksa anak perempuan orang lain untuk hidup sederhana, sesederhana cintamu itu”.

Kemarin, teman saya baru saja mencibir karena keputusan  saya untuk tidak menikah terlalu cepat sebab alasan-alasan tertentu. Tidak terlalu cepat loh ya bukan berarti lama sekali baru menikah. Saya menulis ini saat berumur 22 tahun dan berencana akan menikah pada umur 28 tahun. Tidak lama kan? Enam tahun lagi itu sebentar, bahkan jika bisa dimundurin lagi akan saya mundurin.

Namun dia keterlaluan sekali menanggapi itu, bukannya mendukung karena saya temannya, Ia malah mencak-mencak dengan menggunakan dalil ini itu untuk meruntuhkan gagasan saya.

Alasan darinya sederhana, Ia katakan kalau takutnya saya jadi perawan tua dan kalau sudah tua tidak akan ada pria yang mau. Yaelahhh Non, emang Anda kira saya mau dengan pria yang semacam itu? Pria yang mendambakan kenikmatan dunia dengan cara menikah? Pria yang berfikir bahwa menikah itu menghalalkan seks yang jika dilakukan diluar pernikahan sungguh akan mengerikan siksaannya di akhirat kelak? Terkutuklah pria yang berfikirnya hanya seputar selangkangan saja. Bersiap-siap saja gigit jari kalau menikahi pria yang begitu. lu kira rumah tangga itu gak butuh sandang, pangan dan papan apa. Saya juga kepingin hidup yang bercukupan keless.

Jangan paksa anak perempuan orang lain untuk hidup sederhana, sesederhana cintamu itu.

Alasan lainnya agar menikah cepat itu supaya punya anak dan memulai kehidupan baru untuk merawatnya. Lalu jika hanya ingin punya anak, kenapa tidak mengadopsi anak saja. Menteri Sosial kita dulu, Khofifah mengatakan, ada sekitar empat jutaan anak terlantar di Indonesia. Empat juta itu banyak loh, Kamu ambil satu buat diadopsi kan lumayan buat mengurangi beban negara.

Apa lagi alasannya? Tidak enak jika bukan anak sendiri? Pliss deh, masalah enak atau tidaknya itu tergantung kita. Jika ikhlas dan tulus menyayanginya maka rasanya akan sama saja dengan anak sendiri. Itu jadi masalahmu toh jika tidak bisa menyayanginya.

Lalu ada lagi alasannya? Apa kamu bilang? Beda keturunan, beda gen. Kalau anak yang dibuang orangtuanya itu lahirnya tidak baik dan bisa turun ke anaknya juga?

Astaghfirullah, betapa kita sudah tidak adil sejak dalam fikiran.

Kemudian katanya, supaya nanti jadi ibu muda dan cantik maka harus menikah muda. Lahh, cantik kepalamu itu. Cantik kalau bego ya buat apa. Dalam sebuah studi yang terdapat pada jurnal akademik Behavior Science, bahwa korelasi antara kecerdasan ibu dan anak lebih tinggi dibandingkan dengan seorang ayah. Artinya seorang ibu harus cerdas karena kecerdasan ibu sangat berpengaruh ke anak dibanding kecerdasan seorang ayah. Nahh, Kamu masih bermimpi jadi ibu cantik terus?

London School of Economics juga katakan ibu yang melahirkan pada umur 30 tahun juga berpotensi lahirkan anak yang cerdas. Dibanding anak yang lahir saat umur ibunya 20-an dan 40-an. Bagaimana dengan penelitian ini kawan?

Sekarang juga banyak kampanye menikah muda. Dalihnya ya menghindari zina. Ya bahasanya, daripada berzina terus lebih baik halalkan saja. Kampanye semacam itu bisa dibantah dengan tidak diperbolehkannya melakukan seks diusia muda. Akibatnya bisa merusak sistem reproduksi.

Nikah muda juga dikampanyekan dengan banyaknya kekerasan yang dilakukan saat pacaran. Yawwlaa Non jika dibandingkan dengan banyaknya kekerasan yang dialami oleh orang yang menikah muda, itu banyakan mana hayoo. Pada laporan Komnas Perempuan, KDRT masih mendominasi bagi pasangan muda yang berusia 13 hingga 20 tahun. Kenapa para manusia yang mengkampanyekan nikah muda tidak memikirkan hal beginian ya?.

Apa karena bukunya Tere Liye Hujan dan bukunya Felix yang judulnya Udah Putusin Aja.

Buku ini cukup sukses membuat anak muda kejang-kejang dan kebelet sekali ingin menikah. Baper yang ditimbulkan oleh buku ini tak tanggung-tanggung, menunggu akhi-akhi yang datang dan langsung melamar.

Ini bahaya juga. Lahh, kita belum tahu sifat asli tu akhi-akhi langsung terima saja untuk menikah. Dalihnya ya karena dia berani untuk menikahi. Hal yang perlu diperhatikan adalah mengetahui tingkat kemarahan si akhi. Jika sudah sangat marah, apa yang ia akan lakukan. Hanya sekedar menarik nafas dalam-dalam sedalam cintanya, atau membanting barang-barang di rumah atau malah membanting kita, tingkat terparahnya sampai main api ngebakar. Lahh siapa tahu loh Mblo. Kita harus berfikir sampai tingkat terburuknya juga. Ada juga kok kasus suami yang berani membakar istrinya.

Apalagi jika perekonomian rumahtangga sedang tidak baik. Ini bawaannya murung. Lahh bagaimana tidak? Perut krunyukkrunyuk tentulah bawaannya murung. Uang memang tidak menjamin kebahagiaan rumahtangga, tapi uang bisa menjadi satu-satunya penyebab hancurnya rumahtangga.

Membangun rumah tangga itu gak gampang, ada emosi yang gampang dikendalikan sampai yang tersulit. Ditingkat tersulit, si akhi sanggup gak menahan emosinya. Jangan sampai buru-buru nikah dan gak pakai dekat dulu, malah nikahnya sama psikopat. Saya menyerah angkat tangan. Ehh angkat kaki saja sekalian.

Saat pergi kondangan juga buat dilema. Mau tidak datang sudah diundang, mau datang malah ada lambe-lambe turah yang selalu gak punya topik pembicaraan. Akhirnya ya nanyain kapan nikah. Saya pergi ke kondangan toh bukan kepingin menikah juga. Cuma gak enak saja kalau tak datang. Mulut-mulut yang beginian sepertinya perlu dicecoki dengan cabe sekilo.

Menikah muda ini juga sangat mengkhawatirkan. Indonesia berada pada tingkat ketujuh dunia dan peringkat kedua di Asia Tenggara setelah Kamboja dalam hal pernikahan anak. Dua pertiga dari pernikahan itu berujung perceraian.

Menikah muda itu bisa menjadi akar kekerasan dalan rumah tangga. Mengerikan sekali bukan.

Sudahlah mblo. Dulu anak muda kita saja membuat proklamasi, membuat sumpah pemuda. Bung hatta saja tak menikah sampai Indonesia mardeka. Kita kok beda banget ya?

Jangan sampai diri hanya memikirkan pemenuhan hasrat semata. Kenapa kita harus mikirin kapan nikah terus sih? Apalagi umur masih muda.

Tapi jika Kamu masih tetap ingin menikah ya duluan saja. Aku masih punya orangtua dan adik yang kepingin aku bahagiakan. Tohhh jadi perempuan lajang juga bukan dosa.

 

~ Wilingga yang merasa pintar, bodoh saja tak punya.

1 thought on “Kenapa sih Kalian Kebelet Menikah Terus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *