Close
Kehilangan

Kehilangan

Seorang kawan dari ujung di telepon genggam bercerita pilu. Bahwa kekasihnya yang kini jadi mantan masih saja mengganggu pikiran. Karena itu, hidupnya terganggu, tidur semakin sedikit, makan tidak teratur, terkadang malah sampai menenggak beberapa butir obat penenang.

Gak cuma itu, cita-cita bahkan hidupnya terganggu. Anak yang dulu dikenal aktif, kini selalu saja mengurung diri di kamar. Katanya buat apa sibukkan diri, toh malamnya keinget lagi.

Aku cuma bisa pendengar, sesekali mengingatkan untuk kembali bekerja, bermimpi dan segala tetek bengeknya. Tapi balik lagi, mimpi yang dia bangun selama ini bersama perempuan itu. Punya sebuah rumah kecil yang nyaman bersama dia, pekerjaan layak, menikah dan punya anak lucu dengannya. Pokoknya kayak, its my dream Mas, not her. Ehh maaf-maaf terbawa suasana.

Ya begitulah, bagaimana orang yang seharusnya memiliki peran utama dalam mimpi kita hilang? Mimpi itu akan ikut pudar juga?

Jawab sendiri.

Perihal kehilangan ini, kita semua pasti pernah mengalami. Mulai dari kematian bahkan ada yang pergi pake alasan maupun tanpa alasan alias ghosting, wkwk. Dengan alasan apapun, ditinggal itu sakitnya bukan main, merobek hati dengan kejamnya. beberapa orang menghadapinya dengan menangis dan meringis sepanjang malam, nongkrong sepanjang malam untuk hilangkan duka dan bahkan menenggak beberapa penenang.

Kamu bagian yang mana?

Aku juga pernah mengalaminya. Rasanya seperti kiamat kecil terjadi di kepala. Menyadari tidak akan ada lagi panggilan telpon, chat, canda tawa darinya itu membuat hati teriris. Menyadari hari-hari yang kami lewati dulu akan hilang begitu saja.

Saban malam, aku kadang masih mengingat, ingin sekali menekan layar hp dan mengetik namanya. Sekedar menanyakan kabar dan apakah dia baik-baik saja tanpaku? Tapi aku berpikir ulang, buat apa? Itu hanya menghambat proses melupakan saja. Karena hanya mendengar suaranya saja bisa buat aku melupakan semua dan ingin bersamanya lagi.

Sulit sekali, bahkan aku dan dia juga belum berpacaran tapi sudah dipaksa saja untuk melupakan.

Sebagai bahan pertimbangan yang seadil-adilnya, agar aku tenang dan proses melupakan tidak terganggu. Aku memblokir nomor dan segala sosial medianya. Tujuannya agar tidak lagi meghubungi, agar tidak lagi lihat dia bikin status.

Tapi sumpah cok, aku rindu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *