Close
KKN Desa Penari Gagal Membuatku Nahan Pipis Karena Takut ke Kamar Mandi

KKN Desa Penari Gagal Membuatku Nahan Pipis Karena Takut ke Kamar Mandi

“Ekspektasi bisa membunuhmu. Ekspektasi tinggal ekspektasi. Film KKN Desa Penari Tidak Membawa Kesan Seram Sedikitpun”

KKN Desa Penari sedang tayang di bioskop. Aku , Wiloci (adik perempuan) dan Ikhwan langsung memesan tiket dan melenggang ke bioskop. Sebenarnya, masih banyak pilihan film lain yang sedang tayang, Gara-gara Warisan, Kuntilanak 3 bahkan movie fenomenal Doctor Strange persembahan Marvel Studio juga bertengger dan siap ditonton.

Namun siapa sangka, Doctor Strange bukanlah menjadi ancaman serius yang mengkuatirkan.

KKN Desa Penari, film yang sudah bertengger di bioskop selama 10 hari meledak, kini sudah mencapai hampir 4 juta penonton. Oleh karenanya, ia dinobatkan sebagai film horor terlaris sepanjang masa. Bahkan Kamis lalu, sudah ditayangkan di Malaysia dan Singapura. “MALAYSIA! Badarawuhi akan datang pada kalian! Kamu bisa menyaksikan KKN di Desa Penari hanya di bioskop pada 12 Mei,” tulis keterangan resmi dari MD Pictures.

Manoj Punjabi, produser film yang memang sudah sukses dan kaya, mungkin akan bertambah kaya lagi dengan larisnya garapan dia tersebut. Aku, Wiloci dan Ikhwan, turut menjadi sumbangsih kekayaannya, ya walau 3 tiket biskop hanya 150 ribu rupiah saja.

Tapi, Euforia meledaknya film ini tidaklah sebagus saat menontonnya. Aku datang ke bioskop membawa ekspektasi yang amat tinggi, habis menonton takut enggak bisa tidur, takut mau pipis ke kamar mandi, takut mimpi buruk. Benar kata orang, ekspektasi bisa membunuhmu. Ekspektasi tinggal ekspektasi.

KKN Desa Penari, gagal membuatku menahan pipis karena takut ke kamar mandi.

Disadur dari utas Twitter, akun SimpleMan menceritakan kisah Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa di ujung pulau jawa. Karena kemahirannya bernarasi, cerita ini menggegerkan Indonesia. Jadi buah bibir ibu-ibu yang sedang beli sayur, anak-anak sekolah, mahasiswa kuliahan, bahkan bapak-bapak yang sedang menjala ikan turut bercerita soal keseraman utas twitter tersebut.

Apa daya, keseraman cerita KKN Desa Penari, lebih baik tinggal di twitter saja, tidak usah dibawa ke film yang gagal itu. Manoj Punjabi terkesan asal-asalan menyadur kesan seram yang dibuat SimpleMan.

Pembuatan visualisasinya terkesan sangat kaku, melihat di awal Nur sudah ditakut-takuti dengan sosok hitam besar yang bermata merah dan selalu mengikuti. Namun di pertengahan dan akhir cerita sudah tidak muncul lagi, entah kemana perginya hantu tersebut. Mungkin kebelet pipis.

Jujur saja, film ini seperti ada bolong di sana sini. Hanya mencaplok mentah-mentah utas twitter tapi tidak mulus pula. Oalah..

Film ini sungguh patah-patah dan loncat-loncat, apalagi buat kamu yang sudah membaca utas twitter dari SimpleMan tersebut. Tentu terasa sekali perbedaannya ketika membaca, kita diajak membayangkan kengerian desa dengan hutan yang belum terjamah. Membayangkan anak kampus yang sedang lakukan pengabdian diganggu secara bergantian, membayangkan hantu-hantu cantik sampai nenek-nenek seram bermunculan. Namun keseraman saat membaca, tidak saya rasakan ketika menonton filmnya.

Saking bosannya, aku dan ikhwan hampir tertidur.

Perasaanku saat menonton, ini kapan selesai, lama banget. Ikhwan yang duduk disampingku terkantuk-kantuk, menahan kepalanya yang sudah miring ingin mencari bantal.

Seusai nonton film, kami mebahasnya sembari makan mie ayam pinggir jalan. Wiloci sampaikan KKN Desa Penari gak seru, membosankan dan enggak seram. “Filmnya gak ngalir, berasa dibuat-buat, banyak adegan yang dihilangkan dari utas twitter tapi tidak cermat menyambung potongannya.”

Hasif Ikhwan bilang ia menahan kantuk dengan susah payah di sepanjang film. Takut jika tertidur akan aku marahi. “ Lepas ni kita cari link nonton film hantu Munafik yang dari Malaysia, lagi best.”

Well, KKN Desa Penari pada Kamis kemarin tayang di Malaysia dan Singapura. Mau berapa orang lagi yang akan ngantuk kebosanan?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *