Close
Sebulan Tak Makan Santan, Siapa Takut?

Sebulan Tak Makan Santan, Siapa Takut?

Kuah pakai santan adalah makanan ternikmat.

Sepakat tidak? Kalau tidak sepakat, sini gelut. Saya itu anak Riau, saban hari makanannya pakai santan. Jika dipaksa tinggalkan, aduhai remuk jantungku serasa ditinggal kekasih.

Sebulan lalu saya diterima bekerja di sebuah lembaga zakat Jawa Timur, tepatnya Kota Malang. Bukan main jauh tempatnya, harus pakai helm, ehh gak perlu soalnya naik pesawat. Transit dulu di Jakarta lalu naik pesawat lagi ke Surabaya, sampai, lanjut naik travel ke Malang. Saya menghabiskan satu hari untuk berangkat, kalau jalan kaki menghabiskan waktu 17 hari karna jaraknya 2.082 kilometer. Siapa sih yang mau jalan kaki?

Sejauh itu, tentu terasa perbedaannya. Suku, bahasa, budaya, makanan dan lainnya. Tapi tak mengapa, saya akan menerapkan semangat Bhinneka Tunggal Ika. Walaupun berbeda tetapi tetap satu jua.

Sampai di Malang pukul satu siang, bertepatan dengan jam makan. Kala itu langsung disuguhkan ayam geprek. Yaa biasalah kan, di Riau juga banyak ini makanan dan enak. Karena lapar, saya makan banyak. Hehe.

Malam harinya, dibelikan tempe kecap. Hahh? Manis banget dong. Warna tempenya agak hitam karna kecap manisnya banyak, ada sedikit cabe supaya menambah kesan pedas. Saya makan dan rasanya enak. Huhu.

Esoknya, dikenalkan dengan Bakso Malang. Ini yang ternikmat diantara segalanya. Harganya murah cok, per printilannya cuma Rp 500, mie limaratus, gorengan, siomay, baksonya. Bayangkan kalau beli lima ribu doang itu dapat berapa, bisa membikin perut bengkak. Beberapa kali saya juga dibuatkan seblak oleh teman kerja. Luar biasa gadis-gadis di sini pandai sekali. Masakannya jarang yg bisa ditolak lidah.

Tak terasa saya sudah sebulan lebih di sini. Dan wow, sebuah prestasi luar biasa tak makan santan sama sekali. Rindu banget dong sama rendang daging, gulai ayam, sambal lado hijau. Tapi masih bisa ditahan kok.

Saya dua kali melewati rumah makan padang, tapi tak singgah karna perut lagi kenyang. Mungkin nanti jika sudah teringin sangat, boleh lah berhenti sambil makan gulai ikan patin. Ternyata, saya tak begitu masalah dengan meninggalkan makanan khas sumatra. Sampai sekarang masih menikmati sekali makanan jawa, apalagi dimasakin gadis-gadisnya.

Ahh sudah lah, cerita begini saya jadi lapar. Saya mau makan Bakso Malang dulu.

6 thoughts on “Sebulan Tak Makan Santan, Siapa Takut?

  1. Haha, nyobain makanan khas daerah baru memang seru. Aku di Jambi mulai kecarian makan mpek mpek. Selamat menikmati makanan-makanan khas malang.

    Jangan lupa tulisan bakso malang yang murah meriah menurut kantong orang Riau nya.

  2. Suatu yang baru emang unik untuk diceritakan, begitu lah Indonesia dengan keberagamannya. Ingat jangan lupa pulang ke rumah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *